
EUR/USD pulih dari kerugian sesi sebelumnya, diperdagangkan mendekati 1,1190 selama sesi Asia pada hari Senin (19/5). Pasangan ini menguat karena dolar AS berada di bawah tekanan menyusul penurunan peringkat kredit AS oleh Moody's satu tingkat dari Aaa menjadi Aa1 dengan alasan meningkatnya tingkat utang dan meningkatnya pembayaran bunga.
Moody's mengikuti penurunan peringkat sebelumnya oleh Fitch Ratings pada tahun 2023 dan Standard & Poor's pada tahun 2011. Moody's sekarang memproyeksikan utang federal AS mencapai sekitar 134% dari PDB pada tahun 2035, naik dari 98% pada tahun 2023, sementara defisit federal diperkirakan akan melebar hingga hampir 9% dari PDB, didorong oleh biaya layanan utang yang lebih tinggi, meningkatnya pengeluaran hak, dan penurunan pendapatan pajak.
Terlepas dari kekhawatiran ini, kerugian dalam dolar AS dapat diredakan dengan meredakan ketegangan perdagangan global. Kesepakatan awal antara AS dan Tiongkok mencakup rencana untuk menurunkan tarif”Washington akan mengurangi tarif atas barang-barang Tiongkok dari 145% menjadi 30%, sementara Beijing akan memangkas tarif atas impor AS dari 125% menjadi 10%. Selain itu, sentimen pasar didukung oleh optimisme baru atas kemungkinan kesepakatan nuklir AS-Iran dan pembicaraan mendatang antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang bertujuan untuk meredakan konflik di Ukraina.
Sementara itu, Euro (EUR) menunjukkan tanda-tanda pelemahan karena ekspektasi meningkat bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan menerapkan pemangkasan suku bunga lagi pada pertemuan kebijakan mendatang. Para pedagang semakin yakin tentang prospek ini, didorong oleh keyakinan bahwa inflasi Zona Euro sejalan dengan target 2% ECB dan bahwa prospek ekonomi kawasan tersebut tetap lemah di tengah ketidakpastian global yang sedang berlangsung.(cay)
Sumber: FXStreet
Nilai dolar AS melemah di awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa memanas terkait isu Greenland. Pasar menilai konflik politik yang dibawa ke jalur tarif berpotensi menggang...
EUR/USD kehilangan poin untuk hari keenam berturut-turut pada hari Rabu, diperdagangkan di bawah 1,1730 setelah mencapai puncak di atas 1,1800 minggu lalu. Pasangan mata uang ini kesulitan di tengah r...
Pasangan EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1750 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya terlihat "nahan" setelah sehari sebelumnya sempat turun tajam dari level tertinggi sejak 24 September. Meski...
Euro rebound di atas $1,16 pada hari Senin (1/12), mencapai level terkuatnya sejak pertengahan November, karena investor mengambil sikap hati-hati menjelang data ekonomi utama Zona Euro dan AS yang da...
EUR/USD bergerak datar pada perdagangan Kamis di kisaran 1,1596, karena likuiditas pasar menipis saat AS libur Thanksgiving. Meski tidak banyak gerak, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa seiring me...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...